Langsung ke konten utama

SUKA DUKA HADIRMU COVID-19"

Gambar mungkin berisi: 3 orang, termasuk Syaifuddin Dinel, dekat

Covid-19 hadir dalam suka dan duka pada setiap Negara di belahan dunia, termasuk Indinesia. Beragam cerita, corak dan warna. Anggapan kehadiran Covid-19 ini mulai dari Eksekutif, Yudikatif dan Legeslatif bahkan sampai pada kaum Buruh, Petani, nelayan dan Pedagang. Beragam narasi bermunculan pada Kebijakan penanganannya terkait; kebijakan Sosial, Ekonomi, Politik dan Hankam. Pada tataran Eksekutif kebijakan penanganan oleh Negara, daya dan upaya telah dikerahkan di saat ekonomi yg lagi krisis, disinilah terlihat kebijakan seorang Pemimpin, apakah kebijakan pencitraan atau kebijakan kualitas pimpinan..
Tataran Yudikatif pada kebijakan penegakan hukum penanganannya berjalan segap dan cepat pada tataran setiap kelaster, tapi belum memuaskan di setiap klaster masyarakat yg terlihat selama ini.
Legeslatif; dalam membijaksanai Undang-undang terlihat sangat Arogan, dalam menetapkan pemutusan UU yg cenderung terindikasi syarat kepentingan, menutup nilai-nilai luhur para Leluhur yg mengikat nilai persatuan.
Masyarakat; kami melihat banyak kejanggalan, permainan suatu kebijakan atas nama nilai-nilai Pancasila, untuk yg ber-Pancasilais. Ungkapan ini "Pancasilais" apakah tidak termasuk dalam Piagam Jakarta....sehingga yg bersebelahan, dan sebaliknya tidak Pancasilais....
Kami bangga, para pejuang bangsa, tanpa meminta Pamrih perjuangannya untuk di tukarkan dgn darah, keringat dan air mata.
Toboleu, 6 Juni 2020

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SELAMAT DATANG

Pesta Rakyat Anak Negeri Pilkada 2020

Pelaksanaan Pilkada secara langsung dipilih oleh rakyat telah dimulai pada tahun 2005. Melalui UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan daerah, mekanisme pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD yang dianut UU No.22 Tahun 1999 diubah secara drastis menjadi pemilihan secara langsung oleh rakyat. Sepuluh tahun kemudian yakni pada 2015, penyelenggaraan Pilkada langsung secara serentak pertama kalinya berlangsung di 269 wilayah yang mencakup 9 Provinsi, 224 Kab dan 36 Kota di Indonesia. Umat (rakyat mutiara), gunakan hak-hak politikmu untuk menentukan pilihan di pesta rakyat nanti, jangan biarkan hak-hak politikmu dikebiri dan digiring pada partai politk yang berkepentingan untuk menggemukkan kantong mereka. Rakyat mutiara, cerdaslah sebagai pemilih dalam menentukan pilihan, rakyat mutiara yang mempunyai lahan negeri yang dapat menentukan di musim hujan maupun di musim kemarau, sudah mempunyai koleksi bibit yang tepat untuk ditanami di musim tersebut, pilihlah bibit unggul yang tepat untuk d...

MEMILAH FAHAM PARLENTE

  Pada hakekatnya Pancasila dibutuhkan sebagai pedoman bernegara di tengah keragaman bangsa Indonesia. Pancasila menjadi pemersatu diversitas bangsa yang oleh Nurcholish Madjid (Cak Nur) menyebutnya kalimatun sawá ( common platform ) bagi keindonesiaa. Pancasila adalah konsensus nasional yang paling maksimal setelah para the founding fathers dari kalangan Islam “terpaksa” menerima penghapusan tujuh kata di dalam Mukadimah Piagam Jakarta 22 Juni 1945. Jadi pengorbanan perasaan umat Islam ini menjadi bagian dari ingatan kesakitan (memoria passionis) umat Islam yang tidak boleh diabaikan oleh kekuatan-kekuatan sekuler. Setelah penghapusan tujuan kata itu, untuk mendamaikan “kekecewaan” umat Islam itu,   para ulama menafsirkan sila pertama Pancasila, “Ketuhanan Yang Maha Esa” adalah Tawhîd yang tak lain adalah keyakinan fundamental umat Islam dan hal itu bisa diterima. Namun, saat ini sila utama Pancsila itu sedang menghadapi turbulensi politik. Padahal semua orang tahu bahwa...